The Sunartomo’s
•Agustus 17, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentarwarwick purser lifestyle
•Juni 14, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar
Contemporary Living
Almost all the products for sale are made in Indonesia and showcase some of the best of what is available in the country.
Warwick Purser Lifestyle stores are the concept of Australian designer, Warwick Purser, who has a long standing mission to get Indonesians to have a greater sense of pride in using household items that are “Made in Indonesia”. He argues that these items, which are found in some of the best known shops in the world, such as Harrods, Marks & Spencer, Macys, Target, Habitat to name but a few, are purchased enthusiastically by a sophisticated public in the cities in which these shops are located.
To quote Warwick Purser: “Why should it not be that people here in Indonesia purchase these same products – particularly considering they are much cheaper if purchased locally? So often I have had people in Indonesia come to me and say I bought something like this in New York or London – not realizing the product they purchased was one produced here in Indonesia & that had traveled thousands of kilometers across the seas to the city in which they purchased it.”
Warwick Purser Lifestyle products can be found in several locations in Jakarta and Bali, including stand-alone stores in Kemang. In addition, concept shops are located in Sogo stores in Plaza Senayan, Alun Alun Indonesia, Grand Indonesia and Nusa Dua and other fine department stores.
In addition to Warwick Purser Lifestyle, Warwick Purser also founded and heads Out of Asia, one of South East Asia’s largest exporters of handcrafted products and a major source of products for the Lifestyle stores.
Out of Asia provides full time employment to approximately 10,000 craftspeople throughout Indonesia and Warwick is personally involved in extending his production bases throughout the country. An effort has recently been made to develop a workshop in Pacitan in East Java for marble and stone production. Similarly, a new project for Acehnese craftspeople will see thirty people from that region being developed as trainers in design, product development and production techniques.
Warwick, who has been the recipient of many awards and has received wide press coverage both locally and internationally for his contribution to rural community development, says the major contributors to the success of his works are the people who are making the products – the very talented craftspeople of this country who have the extraordinary ability of being able to make almost anything with their hands. Warwick’s recently published book “Made In Indonesia” is a testament to the natural materials and craftspeople of Indonesia.
Products of Warwick Purser Lifestyle are distributed through PT Alun Alun Indonesia Kreasi, a subsidiary of PT Panen Lestari Internusa (SOGO).
BANYAN TREE RESORT UNGASAN – BALI
•Juni 7, 2009 • Tinggalkan sebuah KomentarWhen I read, registry luxury homes – registry magazine, there’s the lovely leisure place in Bali called Banyan Tree Resort. Here’s the article :
BALI – Island of the Gods. Through the years, visitors from around the world have succumbed to Bali’s charms. The island welcomes all, yet remains magically untouched. Magical is indeed an appropriate word to describe the upcoming Banyan Tree Ungasan Resort, a premier and exclusive villa resort that is located high on a cliff of the island’s southern-most peninsula and offers unrestricted panoramic views of the Indian Ocean.
Designed to offer absolute privacy and seclusion; yet, it is only minutes away from Nusa Dua, Ngurah Rai International Airport and the thriving beaches of Kuta, Seminyak or Sanur. The resort is dedicated to providing highly affluent travelers with a premier resort experience and the highest standard of services as well as superb facilities that include the award-winning Banyan Tree Spa, Banyan Tree Gallery, Ballroom and a magnificent swimming pool.
However, the sense of indulgence does not end there. The Cliff-top Fine Dining & Bar will enable guests to relax and socialize while enjoying the sights and sounds of the breathtaking ocean waves. Guests will definitely find dining to be a highlight of their stay as to international and local chefs prepare a host of culinary delights from Indonesia and around the world.
With total area of 100.000sqm and consisting of 73 spacious villas, Banyan Tree Ungasan – Bali offers a private retreat set in its own landscaped garden, and is designed to make the most of the resort’s magnificent vistas. Each one-bedroom villa offers approximately 239m2 built-up space on a 403m2 plot of land, while the two-bed-room ones measure 315m2 & 565m2 respectively. The three-bed room (Presidential) villa features a huge 680m2 built-up area on a 1200m2 plot of land.
Full amenities will include marbled bathrooms with a two-person bath, an open air Balinese shower court, private swimming pool, jet-pool, and Balinese pavilion that entices guests to laze in the lap of luxury. The finest finishing materials, such as marble, timber and granite, create an atmosphere of exclusivity and style. Carefully selected furnishings combine the very best of international design with Balinese ambience.
This prestigious project is developed by a member of PT. Surya Semesta Internusa Tbk, a public-listed company that has three core business; hotels & resort, industrial & real estate development and construction/building material.
Under a unique investment scheme, investors lease their units back to the resort’s operator, and Banyan Tree Hotels and Resorts will manage the property. The developer will give investors an attractive guaranteed returns of the Villa Purchase Price for the first two years and subsequently 40% of the net room revenue. Indeed, investors will be delighted with very respectable returns for their lifetime. What’s more, investors will be provided with a leisurely 21 day complimentary stay each year and receive special discount privileges when they choose to stay at other Banyan Tree Resort worldwide.
This attractive investment opportunity is available for only 73 discerning investors. And part of it could now be yours.
Jakarta Office
PT. Sitiagung Makmur
Graha Surya Internusa, 7th floor Suite 706
Jl. H.R. Rasuna Said Kav. X-0
Jakarta 12950 Indonesia
Phone +62 21 5276678
Bali Office
118C ByPass Ngurah Rai
Jimbaran Bali 80364, Indonesia
Phone: +62 361 300 7000
www.suryainternusa.com/ungasan
Source : Registry Luxury Homes Indonesia
SPIRITUAL BLESSING
•Januari 15, 2009 • Tinggalkan sebuah KomentarSPIRITUAL BLESSING IN CHRIST
(TUHAN TELAH MENGARUNIAKAN KEPADA KITA BERKAT ROHANI)
Tema khotbah diangkat dalam Kitab Efesus 1 : 3 “Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga”.
Di tahun 2009 ini banyak orang yang coba memprediksikan/meramalkan apa yang akan terjadi, tetapi bagi orang-orang percaya seharusnyalah mempunyai iman bahwa hari demi hari mengajarkan kita semakin bijaksana, maka seharusnya kita menyebut tahun 2009 sebagai tahun rahmat Tuhan, mengapa?
Aku katakan “di dalam Kristus”, karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan–kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya—(Efesus 1 : 11) memberi penekanan pada kata “di dalam Kristus” yaitu hidup kita hanya di urus oleh Tuhan sedemikian rupa, sehingga pada Efesus 1 : 3 yang menjadi tema khotbah juga memberikan penekanan pada kata “telah mengaruniakan” yaitu spritual blessing in Christ.
Yang artinya, manusia hidup di dunia ini memang tidak selalu melihat dengan sudut pandang yang dikategorikan baik, misalnya ada perang, demo, sakit penyakit, dll semua yang membuat hidup manusia susah. Tetapi dengan Tema khotbah dalam ayat 3 yang menekankan bahwa “Tuhan telah mengaruniakan” ditambah lagi dengan kata “berkat Rohani” maka ayat tersebut seharusnyalah menjadi “Modal” buat kita supaya kita tetap mempunyai iman dan pengharapan di dalam Kristus untuk menjalani hidup ini dan menjadi berkat, terutama di tahun 2009, seperti waktu kita menjalani dan memupuk harapan-harapan kita kepada Tuhan Yesus di tahun 2008.
Tapi yang menjadi persoalan bagi banyak orang kristen adalah “bagaimana mungkin kami bisa menjadi berkat kalau kami sendiri tidak menikmati atau masih mau menikmati berkat Tuhan itu?”
Kata “telah mengaruniakan” dalam bahasa doktrin artinya adalah benar-benar sudah diberikan, sedangkan dalam bahasa Yunani artinya Kita sebenarnya tidak pantas untuk menerimanya tapi Tuhan berikan, Efesus 1 : 4 dan 5 menyebutkan :
(4) Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.
(5) Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya.
Sehingga jelas, bahwa jika Tuhan memberikan/mengaruniakan kepada kita yang tidak pantas ini, bukan karena kebaikan atau karena hidup kita yang kudus, melainkan karena selalu disebutkan bahwa “di dalam Dia” yang artinya Tuhan membuat segala sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin. Membuat hidup kita yang tidak kudus ini menjadi kudus dan tak bercacat, memilih kita bahkan sebelum dunia dijadikan, menentukan kita menjadi anak-anakNya. Jadi semua karena Dia yang telah mengaruniakan kepada kita berkat Rohani itu.
AMAZING GOD!!!
Jadi mari kita lalui tahun 2009 ini dengan spiritual blessing in Christ, selama kita percaya ayat 3 ini kita akan tetap hidup dalam Dia, kita tetap bertahan walaupun banyak tantangan dan serangan, kemenangan ada pada kita. Jangan takut dengan segala kekuatan musuh, jangan terperdaya dengan semua kelicikannya, mari kita berjuang, kita perangi segala kuasa jahat itu, tetap hidup kudus dan setia, yakinlah dengan iman bahwa Tuhan berikan segala sesuatu yang luar biasa.
Pada akhirnya, kita dapat melalui tahun 2009 ini dengan meraih kemenangan dalam 3 dimensi, yaitu :
1. Pekabaran Injil
2. Menolong orang banyak dengan membagi-bagikan berkat.
3. Melawan kuasa kegelapan dan menang atasnya
Ringkasan khotbah dari Pdt. Ronny Mandang tanggal 09 Januari 2009
Berbuah
•Januari 14, 2009 • Tinggalkan sebuah KomentarFRUITFUL CHRISTMAS
(NATAL YANG BERBUAH)
Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. (Matius 3 : 10). Allah punya tujuan atau assignment di dalam kehidupan setiap orang percaya, jadi hendaklah hidup kita sebagai orang yang percaya boleh berbuah dan menjadi berkat. Seperti halnya kisah Tuhan yesus yang dituliskan dalam kitab Markus 11 : 12-14 dengan judul perikop Yesus mengutuk pohon ara; dilanjutkan dengan ayat 20-21 yaitu akibat dari kutukan Yesus kepada pohon ara yang tidak berbuah.
Kita coba melakukan perbandingan dua pribadi didalam Alkitab yang hidupnya berbuah dan yang tidak berbuah.
1. LAZARUS
(1) Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati. (2) Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus.
(Yohanes 12 : 1-2)
Jika kita lihat dalam kitab Yohanes pasal 11, kehidupan Lazarus sungguh spektakuler, lewat yang terjadi dalam hidupnya yaitu dibangkitkan setelah 4 hari mati, dia bisa menjadi berkat buat banyak orang, dia punya “raw material” yang bagus untuk boleh menjadi saksi dan mengubah banyak orang yang tidak percaya untuk boleh mengikut Yesus.
Yohanes 12 : 1-2 adalah catatan terakhir tentang Lazarus yang ditulis didalam Alkitab, yang hanya menekankan apa yang diperbuat Lazarus di catatan terakhirnya didalam Alkitab yaitu “makan” bersama dengan Yesus.
Tidak ada prestasi lain yang dilakukan Lazarus yang dicatat di dalam Alkitab kecuali “Makan” bersama Yesus.
Ada begitu banyak orang Kristen yang hidupnya seperti Lazarus, yang hanya mementingkan “makan”, hidup dan kepentingan dirinya sendiri, keluar dari tujuan hidup atau assignment yang sudah ditetapkan Tuhan Yesus di dalam kehidupan kita, padahal lewat hidup kita, kita bisa menjadi saksi karena kita sudah menerima dan merasakan berkat-berkat yang Tuhan sudah berikan didalam kehidupan pribadi kita.
2. PEREMPUAN SAMARIA
Dan banyak orang Samaria dari kota itu telah menjadi percaya kepada-Nya karena perkataan perempuan itu, yang bersaksi: “Ia mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat”. (Yohanes 4 : 39)
Dari kitab Yohanes 4, bisa kita baca dan kita ketahui bahwa Perempuan Samaria itu adalah seorang sundal, hidupnya tidak menjadi berkat, dia tidak punya “raw material” yang bagus untuk boleh menyaksikan kehidupannya, tapi dia mau melakukan assignmentnya, tujuan hidup yg ditetapkan Tuhan, dia mau bersaksi dan membawa banyak jiwa datang pada Yesus. Dan jiwa-jiwa yang datang pada Yesus ini boleh dimenangkan. Ini adalah suatu kesaksian hidup yang spektakuler. Berlawanan dengan pribadi Lazarus.
Dalam hal ini kita sebagai umat percaya diingatkan lewat dua pribadi diatas, orang kristen seperti apakah yang akan kita jadikan dalam kehidupan kita pribadi, Lazaruskah? Yang hanya mementingkan “makan” dan kepentingannya sendiri padahal kehidupan Lazarus bisa menjadi berkat, tetapi Lazarus memilih mengabaikan tujuan hidup yang sudah Tuhan tetapkan dalam kehidupannya atau Perempuan Samariakah? yang tidak mementingan diri sendiri, walaupun hidupnya tidak bisa menjadi berkat tetapi dia mau dan memilih untuk melakukan apa yang sudah Tuhan perintahkan dalam kehidupannya.
Ditegaskan kembali di dalam kitab Matius 7 : 19 Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.
Ringkasan khotbah dari Pdt. Riza Solihin tanggal 17 Desember 2008
KEPEDULIAN KITA TERHADAP SESAMA
•Desember 8, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar“Riwayat Nehemia bin Hakhalya. Pada bulan Kislew tahun kedua puluh, ketika aku ada di puri Susan, datanglah Hanani, salah seorang dari saudara-saudaraku dengan beberapa orang dari Yehuda. Aku menanyakan mereka tentang orang-orang Yahudi yang terluput, yang terhindar dari penawanan dan tentang Yerusalem. Kata mereka kepadaku: “Orang-orang yang masih tinggal di daerah sana, yang terhindar dari penawanan, ada dalam kesukaran besar dan dalam keadaan tercela. Tembok Yerusalem telah terbongkar dan pintu-pintu gerbangnya telah terbakar.” Ketika kudengar berita ini, duduklah aku menangis dan berkabung selama beberapa hari. Aku berpuasa dan berdoa ke hadirat Allah semesta langit” (Nehemia 1 : 1 -4),
Nehemia adalah seorang birokrat yang tidak mementingkan diri sendiri. Menurut beberapa penafsir, pekerjaannya sebagai juru minuman raja setingkat dengan menteri. Pekerjaan ini dipercayakan kepada orang-orang khusus yaitu orang-orang yang memiliki integritas tinggi dan dapat dipercaya, karena tugasnya adalah bertanggung jawab atas keselamatan raja dalam hal minuman, sehingga dia harus mencicipi minuman raja terlebih dahulu untuk memastikan tidak ada yang akan mencelakakan raja.
Dituliskan dalam kitab Nehemia bahwa suatu kali Nehemia bertemu dengan Hanani yang membawa kabar tentang penderitaan bangsa Israel, dimana tembok Yerusalem dan pintu-pintu gerbangnya telah terbongkar. Mendengar hal itu, Nehemia menangis dan berkabung selama beberapa hari. Dia berpuasa dan berdoa kepada Allah.
Nehemia adalah seorang yang mengagumkan karena walaupun dia telah tinggal di Negara yang sangat makmur dan memiliki kedudukan tinggi serta masa depan yang terjamin, tetapi Nehemia tidak mengganggap semua kenyamanan itu sebagai tujuan hidupnya. Dia memiliki suatu tujuan hidup yang mulia yaitu membawa orang-orang untuk takut dan gentar kepada Allah. Segala kemewahan yang telah Nehemia peroleh, tidak membuatnya melupakan kesejahteraan Yerusalem. Dia justru menggunakan segala yang dimilikinya sebagai media untuk menolong sesama.
Tujuan Nehemia itu seharusnya juga menjadi tujuan hidup orang Kristen. Seharusnya dalam hidup ini kita tidak hanya memikirkan diri sendiri, tetapi juga memikirkan sesame yang sedang mengalami penderitaan atau kesulitan hidup. Anak-anak Tuhan seharusnya tampil sebagai terang dan garam dunia.
Ketika dunia sedang dilanda krisis, inilah saatnya untuk kita lebih memperhatikan orang lain dan mempersiapkan diri sebagai alat Kerajaan Allah. Karena di setiap krisis yang melanda, selalu ada berkat Tuhan yang luar biasa yaitu banyak jiwa akan dating mencari Tuhan. Jika Yesus telah memberikan nyawaNya bagi kita, maka sudah sepantasnya kita menyerahkan hidup ini bagi kemuliaanNya. Hiduplah sebagai saksiNya untuk mewartakan kebenaran firmanNya kepada orang-orang disekitar kita dan lakukan segala sesuatu berdasarkan kasih.
Doa yang dinaikan Nehemia adalah doa yang keluar dari kesungguhan hati. Itulah sebabnya Tuhan mendengar doanya.
Ketika Yesus mengajarkan kita Doa Bapa Kami, sebenarnya Yesus mengajarkan doa yang dahsyat dan memiliki makna yang sangat dalam; tetapi seringkali kita justru kehilangan maknanya karena mengucapkan doa itu tanpa disertai iman sama sekali.
Tuhan tidak pernah menekankan panjang pendeknya doa, Tuhan juga tidak mengharuskan kita untuk menangis ketika berdoa; tetapi yang Tuhan tekankan adalah doa yang dinaikkan dengan kesungguhan hati. Seperti yang dilakukan oleh seorang penjahat yang disalib di sebelah Yesus, dengan penuh kesungguhan hati dia berkata : “Yesus, ingatlah akan akau, apabila Engkau dating sebagai Raja.” Dan Tuhan pun menjawabnya: “ Sesungguhnya hari ini juga engkau akan bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus”.
Melalui doa Nehemia, kita dapat melihat bahwa imannya bertumpu kepada 2 hal :
- Iman Nehemia bertumpu kepada Allah yang maha besar dan dahsyat.
“Kataku:”Ya, Tuhan Allah semesta langit, Allah yang maha besar dan dahsyat” (Nehemia 1 :5a)
Pernyataan Nehemia itu mengandung arti bahwa dia percaya Allah sanggup melakukan segala perkara.
Di dalam hidp kita sebagai orang percaya/beriman, ada perkara mustahil yang dapat terjadi karena campur tangan Allah. Jika kita berdoa dengan iman, maka doa kita pasti dahsyat. Jangan pernah meragukan kebesaran Allah kita. Dia menciptakan yang tidak ada menjadi ada, Dia juga akan melakukan perkara yang ajaib dalam hidup kita, asalkan kita tetap beriman kepadaNya.
- Iman Nehemia bertumpu kepada Allah yang berpegang kepada perjanjian dan kasih setiaNya.
“..yang berpegang pada perjanjian dan kasih setiaNya terhadap orang yang kasih kepadaNya dan tetap mengikuti perintah-perintahNya (Nehemia 1 : 5b)
Allah kita adalah Allah yang setiap dan tidak pernah ingkar janji. TanganNya selalu terulur bagi kita ketika kita berteriak minta tolong kepadaNya. Walaupun saat ini krisis sedang melanda dunia, tetapi Tuhan tetap bekerja; Dia mendatangkan kebaikan bagi orang yang mengasihi Dia, bagi orang yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
Nehemia bersedia mempertaruhkan nyawanya bagi keselamatan dan kesejahteraan bangsanya, sehingga dia memberanikan diri untuk meminta ijin kepada raja untuk membangun kembali tembok Yerusalem. Oleh kemurahan Allah, rajapun mengijinkan Nehemia untuk melakukan apa yang menjadi kerinduan hatinya. Rahasia keberhasilan Nehemia adalah dia bergantung penuh kepada Allah.
Mari kita meneladani kehidupan Nehemia. Jangan lagi kita bergantung kepada manusia, tetapi berserahlah kepada Tuhan, Dia pasti menolong kita secara sempurna. Dan jangan hanya memikirkan diri sendiri, tetapi doakanlah juga orang lain karena doa yang utuh adalah doa yang memperhatikan orang lain.
Ringkasan khotbah Pdt. Hendry Salakparang di PD Immanuel 28 Nopember 2008
Hello world!
•Desember 5, 2008 • 1 KomentarWelcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!


