Berbuah

FRUITFUL CHRISTMAS
(NATAL YANG BERBUAH)

Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. (Matius 3 : 10). Allah punya tujuan atau assignment di dalam kehidupan setiap orang percaya, jadi hendaklah hidup kita sebagai orang yang percaya boleh berbuah dan menjadi berkat. Seperti halnya kisah Tuhan yesus yang dituliskan dalam kitab Markus 11 : 12-14 dengan judul perikop Yesus mengutuk pohon ara; dilanjutkan dengan ayat 20-21 yaitu akibat dari kutukan Yesus kepada pohon ara yang tidak berbuah.

Kita coba melakukan perbandingan dua pribadi didalam Alkitab yang hidupnya berbuah dan yang tidak berbuah.

1. LAZARUS

(1) Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati. (2) Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus.
(Yohanes 12 : 1-2)

Jika kita lihat dalam kitab Yohanes pasal 11, kehidupan Lazarus sungguh spektakuler, lewat yang terjadi dalam hidupnya yaitu dibangkitkan setelah 4 hari mati, dia bisa menjadi berkat buat banyak orang, dia punya “raw material” yang bagus untuk boleh menjadi saksi dan mengubah banyak orang yang tidak percaya untuk boleh mengikut Yesus.

Yohanes 12 : 1-2 adalah catatan terakhir tentang Lazarus yang ditulis didalam Alkitab, yang hanya menekankan apa yang diperbuat Lazarus di catatan terakhirnya didalam Alkitab yaitu “makan” bersama dengan Yesus.
Tidak ada prestasi lain yang dilakukan Lazarus yang dicatat di dalam Alkitab kecuali “Makan” bersama Yesus.

Ada begitu banyak orang Kristen yang hidupnya seperti Lazarus, yang hanya mementingkan “makan”, hidup dan kepentingan dirinya sendiri, keluar dari tujuan hidup atau assignment yang sudah ditetapkan Tuhan Yesus di dalam kehidupan kita, padahal lewat hidup kita, kita bisa menjadi saksi karena kita sudah menerima dan merasakan berkat-berkat yang Tuhan sudah berikan didalam kehidupan pribadi kita.

2. PEREMPUAN SAMARIA

Dan banyak orang Samaria dari kota itu telah menjadi percaya kepada-Nya karena perkataan perempuan itu, yang bersaksi: “Ia mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat”. (Yohanes 4 : 39)

Dari kitab Yohanes 4, bisa kita baca dan kita ketahui bahwa Perempuan Samaria itu adalah seorang sundal, hidupnya tidak menjadi berkat, dia tidak punya “raw material” yang bagus untuk boleh menyaksikan kehidupannya, tapi dia mau melakukan assignmentnya, tujuan hidup yg ditetapkan Tuhan, dia mau bersaksi dan membawa banyak jiwa datang pada Yesus. Dan jiwa-jiwa yang datang pada Yesus ini boleh dimenangkan. Ini adalah suatu kesaksian hidup yang spektakuler. Berlawanan dengan pribadi Lazarus.

Dalam hal ini kita sebagai umat percaya diingatkan lewat dua pribadi diatas, orang kristen seperti apakah yang akan kita jadikan dalam kehidupan kita pribadi, Lazaruskah? Yang hanya mementingkan “makan” dan kepentingannya sendiri padahal kehidupan Lazarus bisa menjadi berkat, tetapi Lazarus memilih mengabaikan tujuan hidup yang sudah Tuhan tetapkan dalam kehidupannya atau Perempuan Samariakah? yang tidak mementingan diri sendiri, walaupun hidupnya tidak bisa menjadi berkat tetapi dia mau dan memilih untuk melakukan apa yang sudah Tuhan perintahkan dalam kehidupannya.

Ditegaskan kembali di dalam kitab Matius 7 : 19 Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.

Ringkasan khotbah dari Pdt. Riza Solihin tanggal 17 Desember 2008

~ oleh tekypriyanto pada Januari 14, 2009.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.